Pondok Ikan Bakar Kalimantan, Cimanggis

14 March 2011

Sudah lama tidak membuat catatan tentang resto dan makanan nih…

Kali ini tentang restoran -yang saya yakin review-nya sudah banyak bertebaran di dunia maya : “Pondok Ikan Bakar Kalimantan“!. Hmmm… membayangkan olahan ikan patin bakarnya saja sudah membuat saya menelan ludah :D

Rumah makan ini terletak di daerah Cimanggis. Dari arah Jakarta, dapat dicapai melalui jalan tol Jagorawi, dan keluar di pintu tol Cimanggis, gerbang tol setelah pintu keluar tol Cibubur. Dari pintu tol ini tinggal ikuti jalan keluar sekitar 200 m sampai bertemu jalan raya Tapos.

Sedangkan dari arah Cibubur atau Cileungsi, lebih gampang lagi untuk menuju ke sana. Melalui jalan raya Kranggan menuju arah Cimanggis, tempat ini dapat ditempuh dalam waktu setengah jam saja. Rumah makan ini ada di dekat pertigaan jalan, dan ini alamatnya :

Jln Raya Tapos No. 1. Cimanggis.

Telp. 021-8751395.

Tempatnya sendiri tidak terlalu besar, tapi ada plang nama yang menunjukkan posisinya dengan cukup jelas. Saat lagi mencapai peak season alias waktunya makan, parkiran di rumah makan ini agak sesak. Dulu lapangan kosong di samping kiri bangunan masih bisa digunakan sebagai parkir, tapi sekarang sudah tertutup dengan tembok. Sepertinya ada konflik tanah :) Jadi sekarang parkir yang bisa dimanfaatkan hanya di halaman depan rumah makan dan di bahu jalan.

Masuk ke dalam, ada 3 area yang bisa digunakan untuk bersantap. Area tengah dengan suasana ‘agak tradisional’, area sayap kanan dengan bangunan baru, dan 2 tempat lesehan di bagian depan bangunan. Dulu, di bagian belakang tersedia juga beberapa saung-saung bambu. Tapi sekarang halaman belakang sudah tertutup tembok juga. Konflik tanah lagi? Hihihi…

Menu yang ditawarkan rumah makan ini tidak banyak. Pengelolanya sudah cukup pede dengan hanya beberapa menu andalannya itu. Favorit keluarga saya adalah ikan patin bakar bambu dan sop gurame. Banderol saat ini, untuk ikan patin Rp 110.000,- per kg dan Rp 90.000,- untuk gurame. Untuk makan berdua, kita bisa pesan ikan paling kecil. Kalau pas beruntung kita bisa dapat ikan berukuran 0.9 kg s/d 1 kg. Itupun kalau pas saya dan istri makan di sana, biasanya masih ada sisa yang cukup banyak untuk dibawa pulang :)

Ikan patin bakar bumbu tampil dengan balutan bumbu merah (seperti bumbu pepes) yang sangat banyak. Bumbu menutupi seluruh badan ikan dalam gulungan daun pisang dan potongan bambu yang sudah dibelah dua. Bambu ini nampak kehitaman karena hasil pembakaran yang sempurna. Wangi daun pisang yang dibakar menambah citarasa ikan patin yang dikandungnya.

Rasa bumbu merah tadi merasuk sampai ke dalam daging ikan patin. Bau tanah khas patin tidak berbekas sama sekali. Bumbu yang banyak tadi jadi ciri khas masakan ini. Rasa pedas, gurih dan wanginya pas. Karena tersedia dalam jumlah yang sangat berlimpah untuk setiap porsinya, tidak salah jika bumbu ini dibawa pulang untuk teman makan nasi atau tambahan bumbu pepes di rumah. Hmmm… :D

Sedangkan sop gurame tampil sebagai kontradiksinya. Kuahnya sangat segar. Walaupun bergelimang daging gurame dalam kuahnya, tidak ada rasa amis yang tertinggal. Kuah kaya akan daun kemangi dan cabe rawit utuh yang menantang untuk di-’kletus’ sekali-sekali. Ini satu-satunya olahan sop ikan dalam kuah bening yang saya suka!

Tertarik? Silakan dicoba… :)

*catatan : berhubung saya tidak punya dokumentasi dari rumah makan ini, foto saya ambil dari doyanmakan.com, tanpa seijin penulisnya…

Artikel Terkait :


About these ads

5 Responses to “Pondok Ikan Bakar Kalimantan, Cimanggis”

  1. Andini Says:

    hmmm… yummmy nampaknya…
    wiken besok segera meluncur ke sana :)

    thanks info-nya

  2. Silva Says:

    Wah, siap meluncur!
    Kebetulan saya suka sekali patin.
    Kita lihat apakah bisa mengalahkan nikmatnya pepes patin di Pasar Kebun Sayur di Balikpapan andalan saya…:D

  3. miftahuljannah Says:

    Kemarin, minggu 3 agustus bersama rombongan teman kami kesana… menunya enak… tp sayang, pelayanan yg sangat tdk memuaskan, kapok deh…
    menunggu hampir 1 stngah jam baru makanannya disajikan… minta batu es dan gula cairnya saja… minta ampun deh, harus bolak-balik ngomong, itupun blm jg datang…sepertinya saling berharap di antara pelayan… kapok deh….!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: